GAME CALL OF DUTY – kabartekno.net

kabartekno.netDemam game mobile nampaknya sudah mulai menjangkiti pengembang dan penerbit game barat. Buktinya bisa kalian lihat sendiri pada Call of Duty Mobile, game garapan Tencent yang diterbitkan oleh Activision untuk pasar global, serta Garena di pasar Asia Tenggara.

Call of Duty Mobile (COD Mobile) resmi dirilis pada 1 Oktober 2019 lalu. Animo gamers sudah terlihat sangat tinggi, bahkan ketika game ini belum resmi dirilis. Tercatat, ada 1,7 juta pemain yang sudah mendaftar saat game besutan Tencent dan Activision ini masih dalam masa pra-registrasi.

Baca juga : Spesifikasi dan Harga Xiomi Redmi Note 7 RAM 4 GB Terbaru 2019

Sensasi Adu Tembak Tempo Cepat Yang Khas

 

 

Pemain dibawa mempelajari game ini tahap demi tahap, mulai dari sistem kontrol dan cara menembak musuh, mekanisme-mekanisme permainan seperti Scorestreaks, sampai peraturan ragam mode pertarungan 5v5 yang jadi hidangan utama di COD Mobile.

Baca juga : Cara Mencari Pengguna Facebook Menggunakan Foto

Setelah pemain lepas dari mode tutorial, target selanjutnya adalah menaikkan level akun agar dapat menikmati lanjutan yang ada di COD Mobile. Awal permainan, modal sobat hanyalah senjata M4 polos tanpa attachment, ditambah kemampuan Scorestreak dan Operator Skill saja. Mode permainan juga terbatas hanya Frontline5v5.

Pemain akan mulai menemukan kerumitan baru. Pemain jadi bisa membawa perlengkapan tambahan. Muncul senjata baru dengan karakteristik tertentu yang tak bisa sembarang pemain gunakan. Mode yang dimainkan juga jadi makin beragam. Ada mode Team Deathmatch, Domination, Search and Destroy, dan bahkan ada juga mode Battle Royale.

Baca juga : Spesifikasi dan Harga VIVO V15 Terbaru 2019

Pemain juga dibawa menikmati Ranked Match dengan tahap demi tahap. Pada rank terendah, pemain hanya bisa bermain Team Deathmatch saja. Nantinya pada rank tertinggi pemain akan dibawa bermain mode Search and Destroy yang tak hanya butuh kemampuan menembak saja, namun juga strategi yang solid.

Visual Yang Membangkitkan Nostalgia

Grafis yang ditawarkan memang terlihat fantastis. Namun, sejatinya bukan itu yang bikin game ini istimewa. Keistimewaan itu akan lebih terasa bagi penggemar setia waralaba CoD. Pasalnya map-map pada mode Deathmatch bisa dikatakan jadi adaptasi dari “saudara” tuanya. Begitu juga beberapa lokasi pada map mode battle royale yang mengambil inspirasi dari game-game lama CoD.

Baca juga : SPESIFIKASI LENGKAP VIVO V17 PRO TERBARU TAHUN 2019

Kenikmatan visual yang ditawarkan game ini tentu butuh pengorbanan. Untuk mendapatkan pengalaman grafis yang standar, pemain smartphone Android harus dilengkapi Snapdragon 625 dengan RAM 3GB dan GPU Adreno 506.

Sedangkan untuk pengalaman visual yang lebih fantastis, setidaknya gadget kalian minimal udah punya chipset sekelas Snapdragon 660 serta RAM 4GB ke atas. Memang cukup mencengangkan, tapi sepadan dengan apa yang akan di dapat.

Baca juga : spesifikasi dan harga Samsung M20 Desember tahun 2019

Fantastis Yang Belum Realistis

 

 

Ada hal menarik lain yang bisa diulas dari Call of Duty Mobile. Di satu sisi, game ini terbilang berhasil dari segi estetika. Semua yang tampak secara kasat mata maupun yang terdengar di telinga sudah cukup memanjakan.

Namun, masih ada beberapa kekurangan di sisi lain. Terutama jika sudah membahas pengalaman bermain dari segi kontrol yang terasa kurang realistis.

Baca juga : kapan jaringan 5G diluncurkan di Indonesia

Jika dibandingkan dengan PUBG Mobile, kontrol di Call of Duty Mobile terasa kurang smooth. Sensitivitas layar juga terasa lebih tinggi ketimbang sang kompetitor meski sudah diatur ke tingkat yang lebih rendah.

Jika bicara soal realistis, game ini masih kalah dari sang competitor dari segi grafis. Meski lanskap environment tampak fantastis, masih ada beberapa aspek yang justru enggak bisa mengimbangi. Contohnya seperti rumput yang tampak begitu sederhana.

Baca juga : Spesifikasi Dan Harga iPhone 11 Pro Max Terbaru 2019

Selera juga bisa jadi faktor utama penilaian kalian terhadap game ini. Terutama buat kalian yang udah jadi “veteran” di game sebelah. Beberapa aspek yang terasa kurang realistis tentu akan jadi batu ganjalan.

Pengalaman bermain yang akan kalian rasakan di game ini mungkin enggak lebih alami. Namun, semua balik lagi ke selera kalian sebagai gamer. Jika menurut kalian masalah realistis bukan masalah, game ini sudah jelas bakal memanjakan kalian.

Baca juga : Cara mengubah kuota Maxstrem menjadi kuota internet reguler 24 jam

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *